Bersyukur atas nikmat Allah

Syukur memiliki makna yakni berterimakasih dan menerima dengan sepenuh hati kita atas nikmat Allah SWT. That easy to say, gampang untuk diucapkan namun nyatanya susah untuk melakukannya.

Pada faktanya sedikit sekali hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur dalam hidupnya maka dari itulah kita berdo’a semoga  kita termasuk dalam hamba-hamba Allah yang sedikit itu. Sudahkah kita bersyukur atas nikmat yang Allah ta’ala berikan hari ini ??

Terlalu banyak hal yang bisa membuat kita mengeluh disetiap harinya. Ditambah lagi dengan membandingkan kehidupan orang lain yang tampak menyenangkan dan berkecukupan.

Saat berkaca, rasanya hidup ini tak adil karena diri ini merasa segala sesuatunya begitu sulit dan tak bahagia. Padahal, mungkin nyatanya kita tak setidakbahagia itu. Bisa saja hal itu dikarenakan kita kurang mensyukuri apa yang ada. 

Apabila ada seseorang diantara kita yang dia tidak pandai dalam bersyukur, hanya terus mengeluh atas hidupnya maka sudah kufurlah orang itu, kufur atas nikmat Allah, kufur akan nikmatnya.

Bersyukur bisa dilakukan pada apapun yang kita punya dalam hidup. Mulai dari kesehatan, pertemanan, pekerjaan, keluarga, pasangan, tempat tinggal, makanan, dari hal yang besar sampai yang paling kecil sekalipun. Karena dengan bersyukur Allah ta’ala selalu akan menambah nikmat-Nya pada kita, Allah ta’ala menyebutkan dalam firman-Nya:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْكَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْد (إِبْرَاهِيْم:7)

Artinya: “Apabila kalian bersyukur akan aku tambahkan nikmat-Ku dan apabila kalian kufur maka sungguh azab-Ku sangat berat” (Q.S Ibrahim:7) 

Dahulu, kita mungkin sering mengaitkan bahagia dengan sesuatu yang besar, misalnya punya uang banyak atau beli barang mahal. Namun, dengan mensyukuri hal-hal kecil bisa membuat kita bahagia.

Karena standar kebahagiaan setiap orang itu berbeda. Ada orang yang diberi kesempatan hanya mampu untuk makan dan beribadah saja, sudah bersyukur. Ada pula yang dengan menikmati hujan sambil minum kopi di teras rumah pun sudah merasa senang.  

Sebagaimana dalam QS. al hajj ayat 38 sebagai berikut

اِنَّ اللّٰهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُوْرٍ ࣖ

Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur akan nikmatNya

Dari ayat diatas kita dapat mengetahui bahwa orang yang kufur akan nikmat Allah sungguh amat pedih azabnya.  Jika dalam bahasa anak muda saat ini biasa diramaikan dengan hastag, “hastag syukur no kufur”, “bersyukur yes insecure no”, dll.

Dengan demikian, janganlah kita menjadi orang yang kufur atas nikmat Allah, jangan lah kita mendekati kekufuran apalagi coba-coba, dengan bersyukur Allah akan memberikan kita nikmat yang berlimpah, dan terhindar dari sifat angkuh serta sombong.

Oleh: Usth. Siti Nur Afifah, S.Pd

Tebarkan Kebaikan
whatsapp