DIMANA POSISI KITA?

Allah swt berfirman :

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ وَلا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ (134) (141 }

Itu adalah umat yang lalu, baginya apa yang telah diusahakannya dan bagi kalian apa yang sudah kalian usahakan, dan kalian tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan. QS. Albaqarah

Ayat ini disampaikan Allah dan diulang dua kali di akhir juz 1. Yang pertama untuk mengomentari kesolihan Nabi Ya’qub dan anak keturunannya yang komitmen dengan keimanannya kepada Tuhannya. Saking perhatiannya beliau terhadap keimanan anak-anaknya sampai beliau wasiatkan sebelum ajal menjemput, “apa yang kalian sembah sesudah aku tinggalkan nanti?”. Itulah kisah orang-orang sukses yang sangat perhatian terhadap masa depan anak-anaknya. Tidak hanya di dunia, bahkan nasib anak-anaknya di akhirat menjadi satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan sehingga di wasiatkan.

Ayat ini terulang kedua kali di halaman terakhir juz 1, setelah Allah swt menceritakan perihal orang-orang ahli kitab yang dengan kesombongannya mendustai Tuhannya, bahkan menuduh Tuhan dengan tuduhan rendah yang tidak selayaknya terucap dari seorang hamba. Mereka juga menuduh para Nabi berdasarkan kebodohannya dengan tuduhan-tuduhan yang sama sekali tidak menunjukkan kehambaannya kepada Allah. Hal ini yang menjadikan mereka terlaknat dan menyimpang dari jalan yang lurus. Jelas, tempat kembali mereka adalah neraka.

Itulah dua tampilan yang berbeda, dua contoh yang sangat gamblang bagi kita. Maka Allah sampaikan “bagi mereka akan mendapatkan buah dari amal mereka, demikian pula kita, pun akan mendapatkan hasil dari apa yang kita usahakan”. Lalu, dimana posisi kita, apa di posisi ahli kitab atau mampu memahami pentingnya aqidah kemudian mengikuti jejak langkah keluarga Nabi Ibrahim as. Bahkan mempunyai komitmen yang tinggi untuk mewariskan aqidah yang lurus ini kepada generasi sesudah kita. Di situkah kita? Apa yang sudah kita laksanakan? Bagaimana kondisi anak cucu kita kelak?

Semoga Allah bimbing kita selalu istiqomah di jalan-Nya


Pati, 4 Desember 2019
Di bawah rintik-rintik hujan
Alfaqir Nanang Kosim
Pelayan Pesantren Tahfidzul Quran
SMPIT Insan Mulia Boarding School Pati

Tebarkan Kebaikan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

whatsapp