JANGAN HABISKAN PERASAANMU HANYA KARENA BELUM LANCAR MENGHAFAL

Allah swt berfirman :
(۞ لَیۡسُوا۟ سَوَاۤءࣰۗ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ أُمَّةࣱ قَاۤىِٕمَةࣱ یَتۡلُونَ ءَایَـٰتِ ٱللَّهِ ءَانَاۤءَ ٱلَّیۡلِ وَهُمۡ یَسۡجُدُونَ)

Artinya : Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada segolongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedangkan mereka juga bersujud (salat). [Surat Ali ‘Imran 113]

Pernahkah Anda merasakan bosen menghafal?
Sudah diulang berkali-kali namun tidak lancar juga?
Kemudian ingin meninggalkan aktifitas menghafal yang mulia itu?

Saudaraku, menghafal Al-Qur’an adalah cara mendekatkan diri kepada Allah swt. Setiap orang pasti bisa, siapapun dia, tanpa pandang pangkat, kedudukan maupun silsilah keluarga. Allah swt adalah Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, tentu kasihnya melebihi segala yang ada di dunia ini dan Allah swt sangat dekat, melebihi dekatnya urat leher manusia.

Menghafal adalah proses membaca berulang-ulang. Kelancarannya juga sebanding dengan banyaknya pengulangan yang sudah dilakukan. Masing-masing orang tentunya berbeda dalam standar jumlah pengulangannya. Ada orang yang cukup sekali mengulang sudah lancar, ada juga orang yang harus mengulang puluhan kali untuk bisa lancar. Semua itu hanyalah proses yang harus dinikmati. Lancar hanyalah konsekuensi dari sebuah pengulangan, artinya selama masih mau mengulang, insyaallah akan merasakan hafalan yang lancar. Lihatlah jamaah yasinan yang diantaranya anggotanya ada nenek-nenek yang tidak bisa membaca Alquran. Karena komitmennya mengulang surat Yasin setiap malam Jumat, pada akhirnya orang yang tidak bisa membaca Alquran-pun hafal surat Yasin. Jadi, sekali lagi, lancar adalah konsekuensi logis dari pengulangan yang anda lakukan. Oleh karena itu, jangan engkau fokuskan dirimu memikir kenapa tidak segera lancar. Teruslah membaca, mengulang dan mengulang.

Kemuliaan penghafal Alquran di sisi Allah swt bukan pada kelancarannya, namun lebih pada kedekatannya dengan Kalam yang mulia ini. Maka, fokuskanlah dirimu pada mencari pahala dari membacanya. Bukankah Allah swt menjanjikan pahala yang berlimpah kepada orang-orang yang senantiasa membaca Alquran :

(إِنَّ ٱلَّذِینَ یَتۡلُونَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ سِرࣰّا وَعَلَانِیَةࣰ یَرۡجُونَ تِجَـٰرَةࣰ لَّن تَبُورَ ۝ لِیُوَفِّیَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَیَزِیدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦۤۚ إِنَّهُۥ غَفُورࣱ شَكُورࣱ)

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.[Surat Fathir 29 – 30]

Imam Qatadah ketika membaca ayat ini mengatakan “ini adalah ayat bagi orang-orang yang suka membaca Alquran”. Iman As Syaukani mengomentari dengan perkataan beliau,
“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”. Lihatlah bagaimana Allah swt akan melipatgandakan pahala orang-orang yang membaca, bahkan Dia gambarkan seperti perniagaan yang tidak akan pernah ada kerugiannya. Bukankah hal ini lebih menarik dibandingkan hanya sekedar galau karena memikirkan ayat yang tidak segera nempel. Bergembiralah

Ingatlah sabda Rasulullah saw.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

Artinya : “Abdullah bin Mas’ud ra. berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidz)

Bayangkan anda mengulang ayat sampai berpuluh-puluh kali dan belum hafal, maka sesungguhnya pahala anda sudah diterima di sisi Allah swt sesuai jumlah huruf yang anda baca. Jadi, ulang saja terus ayat yang anda hafalkan itu dan kumpulkan lah pahala huruf demi huruf tanpa memperdulikan lancar atau tidak lancar. Ingatlah, lancar adalah konsekuensi dari pengulangan dan pahala anda sebanding dengan seberapa banyak anda membaca ayat Alquran.

Fokuslah pada mengejar target menjadikan Alquran sebagai panduan hidup. Lebih sedihlah ketika hati anda tidak tertarik lagi membaca Alquran, ketika shalat anda tidak lagi menikmati ayat demi ayat yang dibaca imam, ketika ayat Alquran tidak lagi menjadikan hatimu bergetar. Bahkan tentunya lebih layak dirasakan kesedihannya ketika hati ini lebih tertarik update status di medsos, bermain game dari pada membaca Alquran. Lebih bersabar mancing dari pada berlama-lama bersama Alquran. Lebih bergembira kumpul bersama komunitas duniawi dari pada kumpul bersama para penghafal Alquran. Lebih nyaman tidur berjam-jam dari pada shalat yang panjang. Karena sesungguhnya Alquran ini diturunkan Allah swt sebagai pelipur lara dan pemberi kabar gembira, bukan untuk menjadi beban hidup manusia.

(بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ طه ۝ مَاۤ أَنزَلۡنَا عَلَیۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لِتَشۡقَىٰۤ ۝ إِلَّا تَذۡكِرَةࣰ لِّمَن یَخۡشَىٰ)

Artinya : Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) [Surat Tha-Ha 1 – 3]

Lihatlah Umar bin Khattab Ra. yang tersentuh hatinya karena mendengar ayat Alquran. Lihatlah para ahli kitab yang membaca kitab suci sepanjang siang dan malam sebagaimana dijelaskan Allah swt di surat Ali Imran; 113 di atas, sampai Allah swt menjadikan hal itu sebagai pembeda antara orang yang beriman dan yang tidak beriman.

Nah, tak ada tempat untuk galau, teruslah istiqamah berinteraksi yang baik bersama Alquran. Teruslah membaca, menghafal, mentadabburi maknanya dan amalkanlah sedikit demi sedikit ayat yang sudah anda pahami serta jadikan diri anda utrujjah yang akan menarik orang lain bersemangat berinteraksi bersama Alquran.

allahummarhamna bil quran

========================
Pati, 3/1/2021
Pelayan SMPIT INSAN MULIA BOARDING SCHOOL, Pati, Jateng
nanangpati@yahoo.co.id

Tebarkan Kebaikan
whatsapp