MEMBANGUN KELUARGA SURGAWI – 5


SEKALI LAGI, JADIKAN RUMAH MENJADI LADANG PAHALA

=========================
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Rasulullah saw. bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap isteri-isterinya.”
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Karena syariat pernikahan adalah ibadah, maka semua yang terjadi di dalamnya adalah bentuk penghambaan kepada Allah swt. Konsekuensinya, bagi pasangan suami istri harus mampu menangkap semua aktifitas berumahtangga sebagai bagian dari menghambakan diri kepada-Nya. Bentuknya adalah terwujudnya fastabiqul khairat antara suami istri dalam segala hal.

👔 Standar seorang suami yang sukses adalah ketika berhasil menjadi orang yang paling baik terhadap istrinya. Ia menyayangi istrinya sebagaimana menyayangi dirinya sendiri. Dia memimpin keluarga sebagaimana sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Sikapnya terjaga sebagaimana cerminan ketaqwaan dalam dirinya.

Suami yang baik mampu menahan diri dari amarah karena mengharapkan hamparan surga yang dibentangkan Allah swt.,

(ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ فِی ٱلسَّرَّاۤءِ وَٱلضَّرَّاۤءِ وَٱلۡكَـٰظِمِینَ ٱلۡغَیۡظَ وَٱلۡعَافِینَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ)

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran:134)

Lihatlah, karakter kebaikan yang kalau dimunculkan dalam diri seorang suami akan menjadikan dirinya orang yang dicintai Allah. Dia menjadi orang yang paling dermawan, baik dalam kondisi penghasilan melimpah maupun baru sempit rizkinya. SUAMI : Semua Uang Aku Milik Istri.

Suami yang baik juga pandai menahan amarah. Dia senantiasa ingat nasihat Rasulullah saw.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda: “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda: “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari)

Karena wasiat Rasulullah saw. ini mereka menahan diri, tidak mudah marah apalagi sampai main pukul semena-mena dengan istrinya dengan melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) naudzu billahi min dzalik

Selain itu, dia menjadi manusia pemaaf yang sangat jembar manah terhadap istrinya. Ketika ada kesalahan, maka dengan mudah dia maafkan dan segera melupakannya. Demikian juga ketika dia melakukan kekhilafan, maka segera disusul dengan kebaikan.

(وَلَا تَسۡتَوِی ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّیِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِی هِیَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِی بَیۡنَكَ وَبَیۡنَهُۥ عَدَ ٰ⁠وَةࣱ كَأَنَّهُۥ وَلِیٌّ حَمِیمࣱ)
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. [Surat Fushilat 34]

Inilah tips menjaga keharmonisan rumah tangga ala Quran. Jadilah manusia-manusia pemaaf, bukan pendendam, apalagi kepada istri sendiri. Berlapang dadalah agar badai tidak menerpa rumah ganggamu. Riak-riak kecil dalam rumah tangga hendaklah menjadi aroma pemanis, sebab setelah itu akan ada banyak kebaikan sebagai gantinya.

Kalau dengan orang lain bisa bersabar, kalau dengan orang lain bisa tersenyum, kalau dengan orang lain bisa berlapang dada, mudah memaafkan…maka dengan seorang wanita yang telah menyerahkan dirinya utuh kepadamu hendaklah sifat-sifat itu lebih bisa terlihat dengan jelas.

sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap pasangannya

💍 Sedangkan standar seorang istri yang terbaik adalah yang mampu menampilkan pelayanan terbaik terhadap suaminya. Dia adalah perhiasan terbaio bagi suaminya yang senantiasa menjadikan rumah menjadi surga bagi penghuninya. Untuk menggambarkan hal ini Rasulullah saw. bersabda :

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud)

Peluang pahala ibadah itu terbuka lebar dengan kesigapan sang istri dalam.melayani kebutuhan suaminya, menjadikan hati suami senang dengan tampilan, ucapan dan tindakannya. Itu saja sudah cukup menjadi ladang pahala baginya. Bukankah menjadikan orang lain gembira adalah sadaqah, bukankah senyummu di hadapan saudaramu adalah sadaqah, bukankah membantu dan saling menolong sesama muslim adalah ibadah, bukankah bersabar dan memaafkan perilaku orang lain adalah ciri orang muttaqin. Ketika seorang istri masak untuk menyiapkan menu berbuka puasa untuk keluarganya, bukankah Rasulullah menjanjikan akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, ketika seorang istri merapikan mainan anak-anak yng berserakan di jalan bukankah Rasulullah saw. mengatakan bahwa menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan bernilai sadaqah. Semua akan membuahkan hasil kebahagiaan di surga.

Begitulah wahai para suami-istri surgawi. Dipertemukannya kalian dalam ikatan cinta ini mengandung sejuta jalan menuju surga. Meniti jalan ini dibutuhkan kesabaran dan kesungguhan. Teruslah istiqamah di jalan ini. Jangan mudah menyerah menghadapi riak gelombang, jangan mudah lepas gayung ketika ombak menerjang. Teruslah pegang dengan kuat. Teruslah bergandengan jangan, jangan perlah lepas sedikitpun, jangan pernah melirik ke sebelah walaupun sekejap. Songsonhlah masa depanmu di surga, jangan pernah surur ke belakang. Insyaallah senyum akan terkembang di penghujung jalan.

Semoga senantiasa sakinah mawaddah wa rahmah.

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Pati, 17/5/2020
Alfaqir,
Pelayan SMPIT Insan Mulia Boarding School Pati
nanangpati@yahoo.co.id

Tebarkan Kebaikan
whatsapp