Sisyphus & Cicak di dinding (Syukur)

# Artikel Ramadhan

# Hari ke 12

#Ust Hanif Muslim

Ada kisah tentang 3 Subjek yang selalu merasa menderita, kisah ini dimuat dalam mithos Yunani “Sisypuhus” Manusia, namanya Sisyphus, merasa paling menderita, merasa paling dikerjai dia harus membawa batu ke atas gunung lalu dijatuhkan kembali, dibawa ke atas kembali lalu dijatuhkan kembali dan terus begitu. begitu juga dengan sibatu, merasa paling dipermainkan selalu dibawa ke atas tapi dijatuhkan kembali, selalu dibawa ke atas tapi jatuh kembali terus dan terus begitu. gunung juga merasa paling diinjak-injak merasa paling menderita melihat manusia dan batu . kalau kita melihat disisi lain.

Ketika kita melihat nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini akan menjadi paling indah, manusia bukan harus menjadi yang paling menderita justru merasa Paling Bahagia, Dia mempunyai otot kuat karena melakukan aktivitas tadi, batu juga merasa Paling Bahagia menjadi objek untuk membahagiakan orang lain di bawah ke atas menggelinding ke bawah dengan enak dengan senangnya. gunung juga merasa Paling Bahagia ketika melihat manusia dan batu tadi merasa paling menderita gunung merasa paling bahagia karena tidak perlu apa-apa tapi dia terus jadi kokoh. maka pelajaran yang kita ambil adalah tentang nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala harus kita syukuri.

Sekecil apapun selalu ada Ibrah dan hikmahnya terlebih tentang rezeki, mendengar lagu Cicak Cicak di Dinding, lagu ini akan banyak maknanya ketika kita menelisik dari setiap dari liriknya. cicak ciak di dinding diam-diam merayap datang seekor nyamuk hap lalu ditangkap. mundur sedikit, datang seekor nyamuk , Masya Allah, ternyata bukan cicak yang menghampiri nyamuk, tapi nyamuk yang menghampiri cicak. begitu juga dengan rezeki yang Allah berikan kepada kita. simpel misalnya nasi dengan kecap dan kerupuk. berasnya dari mana ? bisa jadi dari vietnam. impor. ternyata beras yang jauh yang menghampiri kita, dari pada kita yang menghampiri beras. atau misalnya kecap . datangnya dari mana ? ada yang berasal dari brazil misalnya . atau misalnya paling dekat dari kecamatan lain.tapi tetap, ternyata jauh juga sampai ke kita. atau misalnya kerupuk, ya mungkin tidak impor, pembuatan kerupuk misalnya ada di tasikmalaya tapi ternyata terigunya datang dari china.masya Allah. ternyata, hatta dengan nasi,kecap, dan kerupuk ternyata jauh mereka menghampiri kita daripada kita menghampiri makanan kita masya Allah, inilah yang saya maksudkan, ketika kita bersyukur apa yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kita akan merasa paling bahagia, ternyata Allah memberikan rezeki kepada kita begitu banyak, hatta hanya nasi yang ternyata datangnya lebih jauh dari pada kita maka, ketika kita ingin menghitung nikmat yang diberikan oleh Allah shubhanahu wa ta’ala maka sungguh tak akan terhitung, Allah memberikan permisalan dalam surah Al kahfi, ayat ayat yang terakhir jika lautan yang ada dibumi ini dijadikan tintanya dan ranting yang ada dibumi ini dijadikan pena nya maka sungguh tak akan cukup untuk menuliskan nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala hatta dtambah sebanyak itu pula maka, bagaimana cara kita bersyukur maka, bagaimana cara kita bersyukur, paling simpel adalah dengan menguycap hamdalah alhamdulillahirabbil alamin segala puji hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala tuhan semesta alamsegala puji hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala tuhan semesta alam.

Analagi lain saya misalkan ketika si A memberi hadiah ke B otomatis B akan berterimakasih kepada A atas apa yang diberikan oleh A kepada si B begitu juga C ketika C diberikan hadiah oleh B otomatis C akan berterima kasih kepada B dikasih sekali maka akan berterima kasih sekali ketika dikasih sepuluh kali maka akan berterima kasih sepuluh kali otomatis ( jka beradab ) maka itu jugalah yang perlu kita lakukan, pada Allah subhanahu wa ta’ala berterimakasih kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan (setidaknya) mengucap Hamdalah, alhamdulillahirabbil alamin atas yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka sudahkan kita bersyukur hari inisudah berapa kita mengucap hamdalah pada hari ini berapabanyak yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala tak terhingga maka sudah berapa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika nikmat yang tak terhingga maka seharusnya syukur kita juga tak tehingga tapi minimal sudahkan kita mengucap hamdalah(bersyukur) hari ini assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Oleh : Ust Hanif (Musyrif IMBS)

Tebarkan Kebaikan
whatsapp