The Miracle Of Ramadhan

Oleh: Hala Normawati, S. Pd

“Marhaban Ya Syahru Ramadhan”

Alhamdulilah pada tahun ini kita dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat Allah SWT. Selain itu Ramadhan merupakan bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bagi umat Islam di seluruh dunia, bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki makna dan keistimewaan tersendiri, yang mana pada bulan Ramadhan terdapat Puasa dan Salat Tarawih. Setiap tahun, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan sebagai salah satu dari lima rukun Islam.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan – penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari – hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur” (QS Al Baqarah : 185).

Puasa adalah ibadah yang luar biasa, salat tarawih adalah taqarrub yang benar – benar spesial dan tadarus Al Qur’an benar – benar berlimpah berkah. Bagi yang merasakan Ramadhan begitu hambar, ibadah puasa begitu kering, salat tarawih lebih terasa melelahkan, dan tadarus Al Qur’an lebih terasa menjemukan, mungkin karena mereka tidak pernah merasakan ”keajaiban”nya. Keajaiban ini dapat dirasakan oleh umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Meskipun Ramadhan sama – sama 7 hari dalam seminggu, 24 jam dalam sehari, tetapi masing – masing orang akan merasakannya berbeda – beda. Sungguh ajaib bulan ramadhan ini.

Keajaiban bulan Ramadhan yang dapat dirasakan, Pertama,  Ramadhan terasa lambat bagi orang yang menganggap lapar dan hausnya sebagai beban. Baginya Ramadhan hanya diisi untuk menunggu saja yaitu menunggu datangnya waktu maghrib dan menunggu dibangunkan untuk sahur. Kedua, Ramadhan terasa cepat bagi orang yang mengganggap lapar dan hausnya adalah jalan pintas menuju keridhaan Allah. Bayangkan kalau saja tidak ada bulan Ramadhan, butuh berapa ratus tahun perjalanan taubatnya diterima Allah. Ketiga, Ramadhan begitu membosankan yaitu bagi orang yang setiap malam mengulang rutinitas salat tarawih yang menjemukan. Badannya selalu pegal dan tulangnya pasti linu setiap berjalan ke masjid.

Kesimpulannya, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri dibanding bulan – bulan yang lain. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan besar, sekaligus menjadi acuan bagi seluruh umat muslim untuk kembali meningkatkan kuantitas dan kualitas dalam beribadah. Pada bulan Ramadhan ini, umat muslim mendapat kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kesabaran, ketaqwaan, serta berbagi kebaikan dengan sesama. Semoga Ramadhan ini membawa berkah dan kemakmuran bagi umat muslim di seluruh dunia.

Tebarkan Kebaikan