UNTUNGLAH, AKU MASIH BERTAHAN BERSAMA AL QUR’AN

Rasulullah saw bersabda :

لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

Terjemah :
Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya. HR. Turmudzi

Betapa terbayang bagaimana gundah gulananya manusia yang mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Allah. Tentang waktu, tentang umur, dan tentang lainnya. Ketika semua itu harus mampu dijawab dengan amal yang detil dan berkualitas, maka beruntunglah bagi manusia yang menghabiskan segalanya di jalan yang diridhai Allah. Begitulah insyaallah ahlul Quran

Orang menghafal Alquran sejatinya membuat komitmen dengan Allah swt untuk menghabiskan umur dan waktunya untuk berjalan bersama kalimat-kalimat Allah yang indah. Betapa tidak, kegiatan menghafal Alquran adalah aktifitas yang tidak boleh terputus dengan alasan apapun. Sejak awal mula menghafal dengan tertatih-tatih, mengulang ayat demi ayat, surat demi surat, juz demi juz. Mengulang dan terus mengulang. Begitu hafalan sudah mulai lancar, pun harus terus dimurajaah agar tidak terlupa dan semakin lancar tertancap di dalam jiwa.

Sungguh, aktifitas menghafal Alquran adalah kegiatan yang menguntungkan. Kalau yang terbayang keindahan seperti ini tentunya tidak ada alasan untuk surut ke belakang meninggalkan segala kemuliaan ini. Betapapun hal ini menuntut kerja keras, namun akan terasa tetap terasa indah. Bahkan ketika tidak lancar dengan pengulangan demi pengulangan sekalipun, tetap saja hal itu adalah sebuah kemuliaan. Yang terpikir bukan soal lancar atau tidak, namun yang lebih menarik adalah ketika berhasil mengisi detik demi detik, menit demi menit, umur yang berlalu dalam intensitas berdzikir menyebut dan membaca ayat-ayat Allah yang indah. Waktu yang berlalu bersama Alquran itu sejatinya adalah keberuntungan besar yang akan menyelamatkan di hari kiamat. Ketika Allah bertanya tentang umur, untuk apa dihabiskan, tentang masa muda, kemana dilalui, maka para ahlul Quran akan bisa dengan bangga menjawab bahwa semuanya telah berlalu dengan untaian ayat-ayat Alquran yang indah.

Wahai para penghafal Alquran, yuk terus bersemangat. Jangan habiskan pikiranmu hanya untuk memikirkan ayat yang selalu nempel dan hilang, lancar sebentar dan lupa lagi. Janganlah anda terhenti dari kebersamaan bersama Alquran hanya , gara-gara mengejar sesuatu yang akan didapatkan secara otomatis pada saatnya. Hendaklah anda terus berpikir bagaimana kalau Allah menanyai anda di hari kiamat nanti tentang umur dan masa mudamu. Ketika anda istiqamah, insyaallah jawaban anda akan mampu mengantarkan anda ke dalam surga. Bahkan, bisa jadi anda akan berhasil mengajak keluarga masuo ke dalamnya pula. Semoga.

Pati, 7/2/2020
Pelayan Ma’had Tahfidzul Quran
Insan Mulia Boarding School Pati
nanangpati@yahoo.co.id

Tebarkan Kebaikan
whatsapp