Bulan Pengampunan, Perbanyak Istighfar

#Artikel Ramadhan

#Hari ke 9

#ustazah Arum

===================

Bulan Ramadhan merupakan satu dari dua belas bulan dalam kalender hijriyah yang paling dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam di dunia. Betapa tidak, hadirnya akan mengubah kebiasaan seluruh aspek kehidupan di masyarakat mulai dari keagamaan, sosial, ekonomi, pendidikan, budaya dan lain-lain.
Bulan Ramadhan akan memberikan warna tersendiri bagi orang-orang yang mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya ibadah baik jasmani maupun rohani.
Secara rohani manfaat bulan Ramadhan tak hanya kita dapatkan lewat berpuasa tapi juga ibadah lainnya seperti sholat tarawih,membaca Alquran, sodakoh, dzikir dan amalan manfaat lainnya.

Salah satu yang tergolong ringan untuk kita lakukan yaitu dengan memperbanyak beristighfar, karena bulan Ramadhan merupakan kesempatan terbaik untuk bertaubat, kembali pada jalan mencari keridhaan Allah SWT.
Sebagai manusia biasa sangatlah wajar apabila kita tergelincir dalam melakukan dosa atau maksiat bahkan di saat hati kita sudah mengikrarkan untuk bertobat dan tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Meski demikian pintu pengampunan Allah selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau bertobat seperti hadis nabi

ان الله يبسط يده با ليل ليتوب مسىء النهار وبا لنهار ليتوب مسىء اليل

Sungguh Allah meluaskan TanganNya pada malam hari untuk menerima taubat dari hambanya yang bermaksiat di siang hari, dan Allah meluaskan TanganNya pada siang hari untuk menerima taubat dari hambanya yang bermaksiat di malam hari (HR Muslim)

Dalam hadis tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa pintu taubat Allah akan selalu terbentang lebar bagi siapa saja, terlebih di bulan romadhon yang segala ibadah berlipat balasannya.

Nabi Muhammad SAW sebagai manusia ma’shum dan terjamin surga oleh Allah pun beliau selalu bertobat (istighfar) 100 kali sehari seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Imam Muslim

اني لأ ستغفرالله تعلى ما ءة مرة

Sungguh aku beristighfar (taubat) kepada Allah 100 kali dalam sehari (HR Muslim)

Maka sangat dianjurkan bagi kita untuk beristighfar, pun disaat kita meyakini bahwa kita tidak melakukan dosa tertentu.

Dan perbanyaklah istighfar di awal akhir malam serta di awal akhir hari karena malaikat akan mencatat di awal dan akhir lembaran catatan amal kita dengan istighfar dan Allah akan mengampuni hambanya yang di dalam lembarannya terdapat banyak istighfar.

Barangsiapa yang melanggengkan membaca istighfar maka Allah akan membukakan jalan dari setiap kesusahan dan kesempitan serta rezeki yang tidak disangka-sangka.

Menyikapi pandemi yang hari ini belum juga dapat dikatakan mereda barangkali karena perbuatan manusia yang semakin hari semakin memprihatinkan dan jauh dari mencari keridhaan Allah maka sudah sepatutnya kita memperbanyak istighfar untuk diri, keluarga, dan juga negeri.

Maka patutlah kita ambil pelajaran dari sebuah ayat

وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون

Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka sedang mereka meminta ampun bertaubat
(QS. Al Anfal : 33)

Mungkin selama ini kita terlalu banyak melalaikan kewajiban, mengabaikan perintah-perintahNya, terlalu sibuk mengejar dunia, hingga luput dari syukur dan istighfar, maka bulan Ramadan ini seyogyanya jadi momentum yang tepat untuk bersegera kembali pada Ridha Allah dengan memperbanyak istighfar.
Semoga Allah turunkan penawar dan jalan keluar dari segala kesusahan dan kesempitan yang sedang dialami Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya.
Amin ya robbal alamin

Wallahua’lam.
Semoga bermanfaat.

ustazah Arum (Musyrifah SMPIT IMBS)

Tebarkan Kebaikan
whatsapp