Oleh : Andi Prayitno
,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
Sahabat Pembaca yang Budiman, alhamdulillah romadhon 1447 telah sampai pada kita
Mungkin diantara kita ada yang berfikir, sepertinya baru kemaren kita berpuasa romadhon, baru kemaren kita lebaran, baru sekejap mata silaturahim ke sanak saudara
Begitulah, sunnatullah, waktu yang terasa begitu cepat, namun dengan sedikitnya waktu di dunia ini semoga kita tidak termasuk pada golongan yang merugi, tetapi kita dijadikan Allah Swt sebagai pribadi – pribadi yang senantiasa termasuk dalam golongan yang Allah Swt janjikan, sebagai golongan yang mendapat nikmat Allah Swt di surga kelak.
Moment Romadhon ini, seperti yang sering di dengar di pengajian – pengajian, sebagai sarana me -manage- diri agar senantiasa berada di jalan yang lurus, sebagai contoh dari sedikit hikmah romadhon mari kita Simak kisah dibawah ini :
—-
Suatu Ketika seorang raja bepergian Bersama para pengawal-nya ke sebuah tempat, singkat cerita karena suatu hal menimpa rombongan tersebut, akhirnya sang raja terpisah dari rombongan dan tersesat sendirian di tempat yang sangat sepi, setelah beberapa hari tidak menemukan siapa pun , badan sudah lemas dan terasa mau pingsan, akhirnya sang raja yang tersesat menemukan sebuah gubuk kecil yang di dalamnya ada seorang miskin, setelah mengetahui ada orang yang tersesat dan terlihat hampir pingsan, si miskin segera menolong dan membuatkan makanan, karena tidak ada bahan makanan yang lengkap si miskin memasak-kan sop yang terdiri dari sayuran sisa dan nasi basi, yang dicampur di panci, sesudah matang dan masih hangat, si miskin menghidangkan sop tersebut untuk menolong sang raja yang hampir saja pingsan, kemudian sang raja yang sudah beberapa hari tidak makan, melahap sop dengan sangat menikmati.
Hari esok sang raja Kembali ke Istana, setelah beberapa hari berada di istana sang raja merasa -galau- setiap hidangan lezat yang disajikan oleh koki Kerajaan tidak satu pun menarik minat sang saja, beliau senantiasa teringat kenikmatan Ketika memakan sop yang dihidangkan si miskin Kala itu, sang raja memerintahkan Menteri untuk mencari si miskin yang dimaksud, dengan mudah pasukan Kerajaan menemukan si miskin tadi, setelah diceritakan dan dijelaskan tujuan si miskin dicari oleh pengawal, si miskin kaget sekali, ternyata orang yang di tolong beberapa hari yang lalu adalah seorang raja, si miskin merasa takut karena memberi makan dari sop yang terbuat nasi yang basi dicampur sayuran sisa yang hampir basi, akhirnya si miskin mau ikut pengawal dan meminta jaminan keamanan dari utusan raja tersebut.
Setelah sampai di Kerajaan, mulailah si miskin membuat hidangan mirip yang disajikan ke sang raja beberapa hari lalu, dicampur-lah nasi dan sayuran basi dalam wadah panci, setelah matang dan hangat disajikan-lah sop tersebut, akhirnya sang raja makan, baru saja satu suapan sang raja memuntahkan nasi sop tersebut, si miskin ketakutan, dan berkata itulah sebenarnya hidangan yang disajikan kepada raja kala itu yang sampai sang raja merasa ketagihan.
Sang Menteri yang menyadari apa yang dialami raja, menyampaikan kepada raja, bahwa orang yang dalam kondisi sangat lapar Ketika dihidangkan sebuah makanan akan terasa sangat lezat. Sang raja yang penasaran akhirnya mempunyai ide, untuk mempraktek-kan hal yang dialaminya kepada para pejabat di istana.
Sang raja mengumpulkan para pejabat di lapangan istana, memarahi para pejabat karena sebuah hal, dan para pejabat tersebut diberikan sangsi tidak boleh makan minum selama tiga hari tiga malam, para pejabat yang sudah kelaparan 3 hari 3 malam sudah banyak yang hampir pingsan. Si miskin diminta oleh sang raja untuk memasak-kan hidangan seperti sebelumnya. Setelah matang sop di-hidangkanlah kepada para pejabat yang sudah kelaparan, akhirnya para pejabat melahap dengan sangat nikmat makanan tersebut. Setelah beberapa waktu sop yang sama dihidangkan kepada para pejabat tadi, akhirnya di sop yang kedua para pejabat pada menyemburkan sop yang baru satu suap di-masukan mulut, sang raja pun tersenyum dengan eksperimen ini.
—-
Pembaca yang Budiman, dari kisah di atas bisa kita ambil hikmah, tentunya rasa Syukur harus terus kita dahulukan, tidak perlu harus mahal, untuk menikmati sesuatu, makanan sederhana pun jika kita syukuri insyaa Allah akan menjadi nikmat, momen romadhon semoga menjadikan kita menjadi pribadi yang bisa menghargai apa pun, menjadi pribadi yang lebih peka, karena masih banyak saudara kita yang tentunya sekedar beras pun tidak punya, tidak ada makanan yang bisa di makan.
Romadhon ini semoga menjadi titik tolak kita untuk menjadi pribadi – pribadi yang beruntung, romadhon tidak hanya berlewat begitu saja tapi menjadi romadhon yang penuh makna, dalam setiap ibadah yang diwajibkan maupun di sunnahkan di dalamnya, seperti dalam sebuah istilah “perjalanan tidak hanya tentang sebuah tujuan, namun bagaimana menikmati keindahan dalam perjalanan tersebut”, mari kita saling mendoakan penulis dan keluarga serta anda dan keluarga senantiasa Allah Swt jaga niat dan dinaungi keberkahan.
