“BIG PROMO RAMADAN”

Oleh Muhammad Abdul Basyit, S.Pd.

 

Setiap manusia pasti pernah menunggu momen istimewa dalam hidupnya. Baik itu momen yang membahagiakan maupun yang menguntungkan. Contoh nyata pada era sekarang kita sangat antusias mendapatkan diskon besar atau promo terbatas di online shop. Bahkan kita rela begadang dan mengatur strategi agar mendapatkan promo tersebut. Namun pernahkah kita menyadari bahwa Allah juga menghadirkan “Big Promo” yang nilainya jauh melampaui keuntungan materi? Promo itu bernama Bulan Ramadan.

Ramadan bukan hanya perubahan jadwal makan dan tidur. Ia adalah bulan perubahan. Bulan ketika doa lebih mudah terangkat dan terbuka lebarnya sebuah pengampunan. Pada bulan inilah Allah melipatgandakan pahala, menghapus dosa-dosa dan membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya. Bayangkan jika di kehidupan dunia ini, kita bersemangat mengejar promo besar yang nilainya sementara. Maka, seharusnya kita jauh lebih bersemangat menyambut “big promo” akhirat yang nilainya abadi. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak amal saleh, serta menabung pahala untuk kehidupan yang kekal.

Berikut merupakan promo-promo yang Allah berikan kepada hambanya di bulan Ramadan . Pertama, Ramadan ialah bulan yang penuh keberkahan. Rasulullah bersabda :

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطَيْنُ

Artinya : Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat (HR Ahmad).

 

Kedua, Puasa Ramadan dapat menebus dosa-dosa yang telah lewat. Puasa sendiri merupakan ibadah yang sangat mulia. Ini disebabkan pahala yang diperoleh langsung diberikan oleh Allah kepada hambanya. Nabi Muhammad SAW bersabda :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، اَلْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

Artinya : Setiap amalan bani Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, ‘Dikecualikan ibadah puasa. Puasa itu untukku, sehingga aku langsung yang membalasnya. Sebab, hamba tersebut meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. (HR. Bukhari).

Adapun pahala untuk puasa di bulan Ramadan, ada tambahannya, yaitu puasa di bulan Ramadan dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Lailatul qadar. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada malam seribu bulan. Keberkahan lailatul qadar ini berlipat ganda karena terdapat di bulan Ramadan. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya : “Bulan Ramadan, yaitu bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Q.S. al-Baqarah [2]: 185)

 

Ayat di atas merupakan dalil bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan di bulan suci Ramadan. Mengenai lailatul qadar, Allah menjelaskan dalam Q.S. Al – Qadr :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Q.S. al-Qadr : 1-5)

Meskipun tanggal pasti lailatul qadar tidak dijelaskan secara spesifik, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh mencarinya di bulan Ramadan. Terutama pada 10 malam terakhir. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak ibadah pada saat itu. Beliau lebih fokus beribadah, memperbanyak shalat malam dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah bersamanya. Hal ini seperti diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Bukhari :

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Said ats-Tsauri, dari Abu Ya’fur, dari Abu adh-Dhuha, dari Masruq, dari Aisyah ra, ia berkata: “Ketika Nabi saw memasuki 10 hari terakhir (Ramadan), beliau mengencangkan ikat pinggangnya (untuk lebih giat beribadah), menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya (untuk beribadah)”. (H.R. Al-Bukhari).

 

Keempat, Memberi makanan untuk berbuka puasa. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Artinya: “Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut” (H.R. Ahmad).

Kelima, Sedekah. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadan.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Artinya: “Rasulullah saw pernah ditanya, Sedekah apakah yang paling mulia ?, Beliau menjawab: Yaitu sedekah di bulan Ramadan’. (H.R. Tirmidzi).

Setelah kita mengetahui 5 “Big Promo” dari Allah tadi. Berikutnya  penulis sampaikan 5 tips agar kita dapat meraih “Big Promo” yang Allah berikan di bulan Ramadan. Diantaranya :

  1. Luruskan dan perbaharui niat.
  2. Menyusun target ibadah yang realistis dan terukur.
  3. Menjaga lisan dan perilaku.
  4. Memperbanyak dzikir dan berdo’a.
  5. Memaksimalkan 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Setiap promo besar, ia memiliki batas waktu. Ketika waktu itu habis, kesempatan pun berlalu. Pertanyaannya kemudian, apakah kita termasuk orang yang memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh atau justru menjadi orang yang menyesal karena melewatkannya ?

Jangan sampai Ramadan pergi sementara kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Serta jangan sampai “Big Promo” ini berakhir tetapi kita tidak membawa pulang ampunan dan keberkahan.  Semoga kita semua mampu meraih “Big Promo” yang Allah siapkan pada setiap Bulan Ramadan. Aamiin. WALLAHU A’LAM.

Tebarkan Kebaikan