“Meraih Kesempurnaan Berpuasa Dengan Menjalankan Adab-adabnya”, Artikel Ramadhan#1

Berpuasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam . Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama. Selain itu, untuk menyempurnakan ibadah puasa ini, maka ada adab-adab berpuasa yang juga harus diperhatikan kaum muslim.

Berikut adalah sembilan adab berpuasa menurut kitab ash-shiyam adabuhu matholibuhu fawa-iduhu fadhailuhu

  1. Menjaga lisan dan seluruh anggota tubuh dari melakukan hal yang haram dan menyebabkan dosa.

Ash-shiyam atau biasa kita kenal dengan puasa maknanya adalah menahan. Yaitu menahan dari segala hal yang haram dan menimbulkan dosa. Rasulullah Saw bersabda.

عن أبي هريرة رضي الله عنه ، أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال: الصيام جنة، فلا يرفث ولا يجهل وإن امرؤ قاتله أو شاتمه فليقل : إني صائم إني صائم – مرتين ، والذي نفسي بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك <الحديث>.

Dari abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: puasa adalah perisai. Maka jangan berkata kotor dan berbuat bodoh (dengan berbuat keburukan). Dan apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencelanya, maka katakanlah ‘aku sedang puasa, aku sedang puasa,’ dua kali. Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misik (HR. Bukhari Muslim )

Banyak sekali hal yang tanpa kita sadari menjadi jebakan bagi kita. Salah satu nya adalah mengonsumsi infotainment atau gosip atau gibah. Era ini, bahkan telah merambah dunia maya. Bukankah orang yang berbicara dengan yang mendengarkan sama saja. Ini lah yang kemudian menggerogoti pahala seseorang, hingga ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya.

Terkait hal ini, Rasulullah Saw bersabda,
«ربَّ صائم ليس له من صيامه إلا الجوع ، ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر» رواه ابن ماجه

“Banyak sekali orang yang berpuasa namun ia tak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan banyak sekali orang yang bangun malam, namun ia tidak mendapat apa-apa kecuali hanya bangun malam.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Menyibukkan diri dengan Beribadah

Bulan puasa adalah bulan yang penuh diskon dan bonus. Ya, agaknya ungkapan ini sangat dapat diterima. Pasalnya tidak hanya pasar online maupun offline yang berlomba-lomba menggaet calon pembeli, akan tetapi Allah SWT juga membuka banyak sekali pintu-pintu pahala yang tentunya dibarengi dengan diskon yang melimpah. Jika di waktu-waktu biasanya seseorang yang beribadah akan diberi pahala sepuluh kali lipat, hal yang berbeda terjadi ketika masuk di bulan puasa / ramadhan. Ibadah yang dilakukan di dalamnya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. hingga tidak terhitung banyaknya. Maka jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini. Hendaknya kita berlomba-lomba untuk mampu tenggelam dalam ketaatan, baik secara qolbiyyah, amaliyah, maupun qouliyah. Serta benar-benar menjauhi segala dosa hati, anggota tubuh, dan lisan.

Rasulullah Saw bersabda.
من صام رمضان إيمانا واحتسابا : غفر له ما تقدم من ذنبه ، ومن قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا: غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan yang tulus (yaitu keyakinan) dan mengharapkan pahala dari Allah, maka semua dosa masa lalunya akan diampuni, dan siapa pun yang berdiri untuk shalat di malam Qadr karena ikhlas Iman dan berharap pahala dari Allah, maka semua dosa sebelumnya akan diampuni. ”

  1. Memperbanyak membaca Alquran

Bulan ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an dalam satu paket ke baitul izzah langit pertama, serta merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur dalam hati Nabi saw. Oleh karenanya disunnahkan memperbanyak membaca Alquran di bulan Ramadhan.

Rasulullah Saw dan para sahabat senang memperpanjang bacaan Alquran ketika sholat malam di bulan Ramadhan melebihi bacaan mereka di luar bulan Ramadhan.

Hal ini pun di contoh oleh para ulama’ salafus shalihin. Mereka biasa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sholat qiyamullail mereka – sholat tarawih – tiga hari sekali, tujuh hari sekali, atau sepuluh hari sekali.

Al allamah Ibnu Hajar Al Haitami berkata : imam Syafi’i ra. biasa mengkhatamkan Alquran enam puluh kali selama bulan Ramadhan. (Yaitu 1 kali di siang hari, dan satu kali di malam hari). Beliau membacanya di luar sholat.

Terkait hal ini, Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda:

الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة ، يقول الصيام: أي رب منعته الطعام والشهوات بالنهار فشفعني فيه . ويقول القرآن : منعته النوم بالليل فشفعني فيه
« قال »فيشفعان«

“Puasa dan Al Qur’an kelak pada hari kiamat akan memberi syafa’at kepada seorang hamba. Puasa berkata: Duhai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat di siang hari, maka izinkahlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al Qur’an berkata: aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Beliau melanjutkan sabdanya: maka mereka berdua (puasa dan Al Qur’an) pun akhirnya memberi syafa’at kepadanya.” (HR.Ahmad : 6337)

  1. Memperbanyak istighfar, tahlil, dan dzikir lainnya.

Berdzikir merupakan kegiatan yang mulia. Berdzikir juga merupakan tanda keterikatan hati antara seorang hamba dengan rabbnya. Dengan berdzikir, seseorang merasa selalu dibersamai allah dalam setiap gerakannya.

Berdzikir sangat banyak sekali keutamaannya. Lebih-lebih, jika dilaksanakan di bulan Ramadhan.
Rasulullah Saw bersabda

»ذاكر الله تعالى في رمضان مغفور له ، وسائل الله تعالى فيه لا يخيب »
رواه الطبراني وغيره .

“Orang yang berdzikir ( yang memperbanyak tasbih, tahmid, istighfar, shalawat Nabi ) di bulan Ramadhan diampuni dosa-dosanya, dan orang yang memohon kepada Allah di bulan Ramadhan tidak sia sia ( dikabulkan do’anya, sampai maksudnya dan diterima hajatnya ).

(HR. Atthabrani, Al-Baihaqi dan lainnya)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw juga bersabda,
«فاستكثروا فيه من أربع خصال وهي: الإكثار من قول: لا إله إلا الله ، والإكثار من الاستغفار وسؤال الجنة ، والتعوذ من النار

“Perbayaklah di dalamnya (bulan Ramadhan) melaksanakan empat hal, yaitu memperbanyak membaca laailaaha illalloh, memperbanyak istighfar, memohon surga dan memohon perlindungan dari neraka”

  1. Memperbanyak bersedekah

Dalam hadits marfu’, At-Tirmidzi meriwayatkan,

أفضل الصدقة صدقة في رمضان
“Shodaqoh yang paling utama adalah shodaqoh di bulan Ramadhan.”

Kebiasaan bersedekah sangat dianjurkan dilakukan oleh seorag muslim. Selain dijanjikan dengan pahala yang berlipat ganda, dengan adanya kegiatan ini, tentu saja akan banyak membantu meringankan perekonomian saudara-saudara kita yang membutuhkan. Lebih-lebih di bulan Ramadhan. Dimana banyak harga bahan bahan pokok menjadi naik yang membuat sebagian saudara kita tidak mampu menjangkau.

Rasulullah Saw adalah pribadi yang sangat dermawan. Apalagi di bulan Ramadhan. Apa saja yang diminta dari beliau, pasti akan diberikan sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Ahmad.

  1. Mengambil kesempatan untuk bersahur

Bagi sebagian orang, bersahur dianggap sebagai sesuatu yang sangat berat. Karena ia harus bangun lebih awal dan kemudian makan di waktu yang tidak biasanya. Sehingga banyak diantaranya yang meninggalkannya. Padahal Rasulullah Saw telah menganjurkan kita untuk makan sahur, karena di dalamnya terdapat keberkahan.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Dari Anas bin Maalik ra. beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan.” (HR. Bukhori Muslim)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال : السحور بركة فلا تدعوه – – أي: لا تتركوه – ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء ، فإن الله وملائكته يصلون على المتسحرين

Dari abu Sa’id al khudzri ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda, sahur adalah keberkahan. Maka janganlah kamu tinggalkan walaupun salah satu diantara kamu hanya minum satu tegukam air. Karena Allah dan malaikat Nya bersholawat kepada orang-orang yang bersahur (HR. Ahmad)

Disunnahkan mengakhirkan waktu sahur, sebagaimana sabda Nabi saw dalam musnad imam Ahmad

لا تزال أمتي بخير ما عجلوا الإفطار وأخروا السحور

“Tidak henti-hentinya umatku dalam kebaikan dengan menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur” (HR. Ahmad)

  1. Bersegera berbuka ketika telah tiba waktunya

Ketika telah tiba waktunya berbuka puasa, hal yang paling utama yang kita laksanakan adalah membatalkan puasa kita dengan meminum atau memakan sesuatu. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam hadits qudsi

عن أبي هريرة رضي الله عنه ، أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال : قال الله تعالى : إن أحب عبادي إلي أعجلهم فطر »

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman: ‘sesungguhnya hambaku yang paling aku cintai adalah yang paling bersegera untuk berbuka puasa'(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)

  1. Berbuka puasa dengan kurma

Saat berbuka puasa, ada hal-hal yang disunnahkan. Salah satunya dengan terlebih dahulu memakan kurma. Hal itu sebagaimana dikatakan dalam hadis,

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ ، فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُورٌ
Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering (tamr), karena hal itu mengandung keberkahan. Jika tidak ada, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan (HR. Al-Tirmidzi).

عن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم كان يفطر قبل أن يصلي على رطبات ، فإن لم يجد رطبات فتمرات ، فإن لم يجد تمرات حسا حسوات من ماء.

Dari Anas ra. Bahwa Nabi saw. berbuka puasa dengan dengan kurma basah (ruthabat) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada kurma basah, beliau berbuka dengan kurma kering (tamr). Dan jika tidak ada juga, beliau berbuka dengan seteguk air (HR. Abu Daud).

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa anjuran berbuka dengan kurma bukanlah tanpa alasan. Ada rahasia tersendiri di balik anjuran Nabi saw. kepada umatnya untuk mengawali berbuka dengan kurma, yaitu berupa keberkahan yang terkandung di dalamnya.

  1. Membaca doa ketika berbuka puasa

Ketika telah masuk waktu berbuka puasa, kita jangan terburu-buru untuk melahap makanan atau minuman kita. Karena justru disitulah letak waktu mustajab untuk doa-doa kita.

ثلاثة لا ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر ، والإمام العادل ، ودعوة المظلوم يرفعها الله فوق الغمام ، وتفتح لها أبواب السماء ، ويقول الرب: وعزتي وجلالي الأنصرنك ولو بعد حين رواه الترمذي وحسنه
“Tiga orang yang do’a mereka tidak tertolak, yaitu; seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan do’anya orang yang di dzalimi. Allah akan mengangkat do’anya ke atas awan, dan membukakan baginya pintu-pintu langit, seraya berfirman: “Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski beberapa saat lamanya.” (HR. Ahmad)

Ada beberapa doa sebelum berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah Saw. Diantaranya adalah

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كان رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم إذا أفطر قال : «ذهب الظمأ وابتلت العروق ، وثبت الأجر إن شاء الله تعالی»

Dari Ibnu Umar ra berkata, Rasulullah Saw ketika berbuka puasa beliau berdoa : ‘dzahabadh dhoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,” (HR. Abu Daud)

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وآله وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت ، وعلى رزقك أفطرت ، فتقبل مني إنك أنت السميع العليم.

Dari Ibnu Abbas ra. berkata: Nabi saw ketika berbuka puasa berdoa;” allohumma laka shumtu, wa ala rizqika aftortu, fataqobbal minni innaka antassami’ul aliim”

«إذا قرب لأحدكم طعام وهو صائم فليقل: بسم الله ، والحمد لله ، اللهم لك صمت ، وعلى رزقك أفطرت ، وعليك توکلت سبحانك وبحمدك تقبل مني ، إنك أنت السميع العليم

Jika telah dekat kepada salah satu diantara kalian sebuah makanan, sedangkan dia sedang berpuasa, maka berdoalah,: bismillah walhamdu lillah, allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu, wa alaika tawakaltu, subhanaka wa bihamdika taqobbal minni innaka antassami’ul aliim ( HR. Ad daruquthni)

Penulis : Ust. M. Solihin, S.Pd.I (Guru SMPIT INSAN MULIA PATI)

Tebarkan Kebaikan
whatsapp