MEMBANGUN ROMANTISME DALAM KELUARGA (6)

MENCIPTAKAN MOMEN BERDEKATAN DENGAN PASANGAN

===========================

Sayyidah Aisyah ra. meriwayatkan :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِي فَيَقْرَأُ وَأَنَا حَائِضٌ

Artinya : Dahulu Rasulullah saw. meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca (Al-Qurán) sedangkan aku dalam keadaan haid.” (HR Abu Dawud)

Ikatan hati bisa dibangun dengan kedekatan fisik. Demikian juga kedekatan fisik mampu memunculkan sikap saling mengenal, memahami dan perasaan cinta antar pasangan. Untuk betul-betul mengenal seseorang, Sayyidina Umar ra. memberikan tip’s agar menjalin kebersamaan dengannya, misalnya dalam sebuah perjalanan. Dengan itu akan terjalin kebersamaan dan terungkap sikap asli seseorang.

Dalam membangun rumah tangga juga demikian, dibutuhkan ikatan hati yang kokoh agar saling mengenal dan memahami sehingga tercipta kebersamaan dalam suka dan duka.

Momen-momen sehari-hari bisa dimanfaatkan pasangan suami istri untuk menambah kuatnya ikatan hati. Di waktu santai di malam hari, sambil nonton televisi, atau sekedar bercengkerama bersama keluarga, seorang suami atau istri bisa meletakkan kepalanya di atas pangkuan pasangannya. Diselingi obrolan-obrolan ringan, seorang istri bisa mencurahkan keluh kesahnya. Seorang suami bisa sekedar cerita kejadian di tempat kerja atau saling bertukar pikiran dan menjabarkan visi dan misi dalam mendidik anak.

Momen kedekatan itu juga bisa diciptakan dengan saling memijit. Rasa capek setelah beraktifitas sehari akan hilang dengan suasana romantis seorang suami yang memijit istrinya. Demikian juga sebaliknya, walaupun bisa jadi pijitan seorang istri tidak terasa mampu melenturkan kekarnya otot suami dan juga tidak mampu menghilangkan capek suami, namun belaian tangan istri yang lembut cukup mampu memunculkan kedamaian di dalam jiwa. Bukankah kedamaian jiwa mampu mengurangi beban fisik yang mendera.

Rasulullah saw. juga pernah menciptakan momen kedekatan itu dengan cara disisir rambutnya oleh istrinya.Sayyidah Aisyah r.a. berkata

كُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ

Artinya : “Dahulu aku menyisir rambut Rasulullah SAW sedangkan aku dalam keadaan haid.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tidur bersama juga merupakan momentum spesial untuk membangun cinta, sebab dari momen itu suami istri bisa saling bercerita antara satu dengan lainnya. Seorang istri yang tidur di atas pelukan tangan suami mampu memunculkan kedamaian di dalam jiwa. Elusan tangan suami dirambut istrinya akan memunculkan ketenangan dalam jiwa istri. Sayangnya, banyak pasangan suami istri yang tidak mengoptimalkan momen ini. Istri tidur di kamar, suami tidur di depan televisi. Suami tidur bersama anak laki-laki, sedangkan istri tidur bersama anak perempuannya. Mereka ketemu hanya kalau butuh berhungan saja. Tidak khayal, jalinan kasih sayang kadang kala menjadi berkurang sehingga ketika ada sedikit masalah cepat tersulut menjadi masalah besar. Jangan sepelekan momen tidur bersama.

Nah, bagaimana kalau anda sering-sering menciptakan momen-momen mesra itu di dalam kehidupan rumah tangga. Insyaallah akan mampu menambah kedekatan hati sehingga tercipta suasana sakinah, mawaddah wa rahmah.
Semoga Allah swt. memberkahi keluarga kita semua. Amin.

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

Pati, 16/12/2020
Pelayan SMPIT INSAN MULIA BOARDING SCHOOL PATI, JATENG
nanangpati@yahoo.co.id-081326595562

Tebarkan Kebaikan
whatsapp