Usaid bin Hudhair

Malaikat-pun Turun Mendengarkan Bacaannya

Namanya adalah Usaid bin Hudhair bin Abdul Asyhal al-Anshari ra. Ia adalah seorang pemberani yang lahir dari kabilah Aus. Di suatu malam yang larut, Usaid bin Hudhair duduk di beranda belakang rumahnya. Anaknya, Yahya, tidur di sampingnya. Kuda yang selalu siap sedia untuk berperang fi sabilillah, ditambat tidak jauh dari tempatnya duduk. Suasana malam tenang, lembut, dan hening. Permukaan langit jernih dan bersih. Bintang-bintang melayangkan pandangannya ke permukaan bumi yang sedang tidur. Terpengaruh oleh suasana malam hening itu, hati Usaid tergerak hendak menyebarkan harum-haruman ke udara lembab dan bersih berupa harum-haruman Alquran yang suci. Dibacalah Alquran dengan suaranya yang lembut dan merdu: Alif, Lam, Mim, Inilah kitab (Alquran) yang tidak ada keraguan padanya: menjadi petunjuk bagi orang-orang yang iman kepada yang ghaib, yang menegakkan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yang yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (Al-Baqarah: 1-4)


Mendengar bacaan tersebut, kudanya lari berputar-putar hampir memutuskan tali pengikatnya. Ketika Usaid diam, kuda itu diam dan tenang pula. Usaid melanjutkan membaca: Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang menang. (Al Baqarah: 5).
Kudanya lari dan berputar-putar pula lebih hebat dari semula. Usaid diam, maka diam pula kuda tersebut. Hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Bila dia membaca, kudanya lari dan berontak. Bila dia diam, maka tenang pula kuda itu kembali.
Usaid khawatir anaknya akan terinjak oleh kuda, lalu dibangunkannya. Ketika dia melihat ke langit, terlihat olehnya awan seperti payung yang mengagumkan. Belum pernah terlihat olehnya sebelumnya. Payung itu sangat indah berkilat-kilat, tergantung seperti lampu-lampu memenuhi ufuk dengan sinarnya yang terang. Awan itu bergerak naik hingga hilang dari pemandangan. Setelah hari pagi, Usaid pergi menemui Rasulullah. Diceritakannya kepada beliau peristiwa yang dialami dan dilihatnya semalam.
Kata Rasulullah, Itu malaikat yang ingin mendengarkan engkau membaca Alquran, hai Usaid. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah banyak orang akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup dari mereka.
Kecintaan kepada Alquran menggerakkan hati untuk selalu memenuhi waktu dengan bacaan ayat-ayat yang indah. Bahkan ayat itu menjadi pengantar tidur untuk anaknya agar terlela dalam dekapan lantuna keberkahan Alquran. Alangkah indahnya apabila waktu istirahat kita dihisasi dengan Alquran, sehingga keberkahan majlis itu akan membersamai sang pembaca. Tidak hanya lantunan suara yang indah, namun keberkahan Alquran mampu mendatangkan rahmat Allah swt, bahkan para malaikat ikut mengnapiri dan menungkan sayap-sayapnya karena kemuliaan Alquran itu.
HIKMAH
Para pecinta Alquran akan selalu mampu melihat setiap waktu sebagai peluang untuk bersama Alquran. Selain ada waktu wajib untuk bersama Alquran, diamana kita selalu menyediakan waktu tersebut untuk Alquran, ada waktu-waktu bonus yang bisa dimanfaatkan. Waktu ini sebetulnya tidak ditujukan untuk bersama Alquran, namun karena waktunya memungkinkan maka dioptimalkan untuk bersama Alquran. Misal, ketika menunggu antrian di bank seorang ahlul Quran bisa mendapatkan waktu untuk murajaah hafalan atau sekedar membaca Aquran. Sambil masak ibu-ibu bisa mengulang beberapa ayat yang sedang dihafal. Bahkan ketika menidurkan anak seorang ibu bisa menyelesaikan kewajiban murajaah hafalan.
Inilah tujuan berintekasi bersama Alquran yang sesungguhnya. Keuntungan yang didapatkan apa? Jelas, waktu yang efektif untuk kebaikan. Bukankah di akhirat kelak setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas umur yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Dengan ini kita akan mampu mengoptimalkan umur kita agar bernilai ibadah dengan dzikir bersama Alquran.
Bagi ibu-ibu yang mampu menemani tidur anaknya akan mendapatkan keuntungan ganda, dimana otak anak akan merekam semua kebaikan Alquran yang akan mengoptimalkan fungsi otak anak.
Walaupun kejadian turunnya malaikat sebagaimana yang dialami oleh Usaid bin Hudhair tidak mampu kita rasakan pada saat ini, namun yakinlah bahwa yang disampaikan Rasulullah saw pasti akan terjadi. Beliau menjanjikan empat kemuliaan bagi oraang yang hadir dalam majlis Alquran, yaitu : turunnya ketenangan jiwa, datangnya malaikat untuk menyaksikan, turunnya rahmat Allah swt, bahkan Allah swt akan menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw :
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه
Artinya : “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya (HR. Muslim).

Tebarkan Kebaikan
whatsapp