Berenanglah Dahulu..

Oleh: Arum Naila Soraya

Pepatah dahulu mengatakan:

“Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepian,

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”

Tidak ada yang salah dengan ungkapan puisi pepatah tersebut. Kata-kata bijak itu telah lama menjadi pedoman hidup dan mengantarkan kesuksesan banyak orang. Namun dalam hal ini mari kita bahas hal berlawanan, yaitu memaknai dengan sudut pandang lain.

Seperti yang kita ketahui bahwa berenang bukanlah hal yang mudah. Tidak semua orang memiliki keterampilan untuk melakukan salah satu cabang olahraga yang satu ini. Untuk dapat menguasai teknik berenang membutuhkan latihan yang konsisten dan tak kenal lelah, keberanian, serta fisik yang sehat dan kuat untuk menyesuaikan diri dengan medan air. Seorang atlet renang bahkan akan melakukan latihan tanpa henti untuk terus menempa dirinya mencapai target-target yang bisa membuatnya menjadi seorang juara. Tantangan yang dihadapi ketika berenang pun lebih beresiko sesuai dengan medan, apakah di sungai, laut atau kolam renang.

Lain hal dengan berakit. Tentu kita tahu bahwa berakit adalah aktifitas menaiki rakit (perahu kecil) yang tidak terlalu membutuhkan banyak skill. Tantangan yang dihadapi juga tidak teramat berat dibandingkan dengan berenang. Seseorang yang menaiki rakit hanya cukup duduk sembari menikmati pemandangan sekitar dan bergembira.

Dalam kehidupan ini memang tak pernah lepas dari ujian dan cobaan, layaknya ketika kita berenang. Kita akan dihadapkan pada beragam masalah yang akan terus silih berganti. Cobaan dan ujian tak hanya menimpa manusia biasa, tetapi juga masyhur menimpa nabi-nabi kita dengan cobaan yang lebih berat dari manusia biasa. Selain diuji dengan keadaan umatnya, nabi-nabi juga diuji dengan ujian dengan dirinya sendiri dengan ujian yang tak mudah.

Hal ini mengingatkan kita pada kisah Nabi Adam As yang terdampar ke bumi berpisah dengan istrinya yaitu Siti Hawa, kisah Nabi Ayyub As yang diuji dengan penyakit kulitnya yang parah selama bertahun-tahun, kisah Nabi Zakariya As yang diuji dengan istrinya yang tak kunjung hamil hingga usia tua, kisah Nabi Yusuf As yang mengalami penolakan dan pengkhianatan dari saudara-saudaranya sendiri, kisah Nabi Yunus As yang ditelan ikan paus, serta Nabi Muhammad SAW yang menghadapi penolakan, penganiayaan, dan permusuhan dari kaum Quraisy, serta berbagai kesulitan dalam menyebarkan agama Islam.

Kesulitan dan ujian yang dialami oleh manusia-manusia sholih tersebut sudah sepantasnya menjadikan pelajaran dan ibrah untuk kita yang sedikit-sedikit mengeluh dengan ujian yang Allah berikan. Kisah-kisah tersebut juga menjadi peringatan untuk kita bahwa yang ujian yang kita dapatkan belum secuilpun dibandingkan cobaan dan perjuangan yang dialami nabi-nabi terdahulu.

Untuk menjadi orang sukses di dunia sudah sepantasnya kita mengenyam sakit, sulit dan pahit. Tidak bisa ditawar. Kisah-kisah perjuangan hingga suksesnya bisa kita ambil dari orang-orang hebat seperti Soichiro Honda sang pendiri Honda Motor, Colonel Sanders Pendiri KFC, J.K. Rowling penulis sukses Harry Potter, Steve Jobs pendiri Apple, Chairil Tanjung si anak singkong yang sukses dengan CT Corp nya, dan masih banyak yang lain.

Begitu juga ntuk menjadi hamba Allah yang sukses di akhirat, tidak cukup didapat hanya dengan menunggu belas kasihan Allah. Tentu kita yang harus mempersiapkan, menyambut dan melaksanakan dengan sekuat-kuatnya perjuangan. Apakah kita sudah lupa dengan kisah Nabi Muhammad SAW yang menghidupkan malam dengan qiyamullail hingga kakinya bengkak? Apakah kita sudah lupa bahwa Nabi Muhammad SAW seorang manusia suci yang sudah dijamin surga oleh Allah SWT. Namun Nabi tetap melakukan ibadah hingga sehebat itu. 

Demikianlah, hikmah dari kisah para nabi dan oarng-orang hebat yang sukses di dunia mengingatkan kita bahwa kesuksesan dan kebahagiaan sejati tidak datang dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan di awal, baik kesuksesan di dunia maupun di akhirat.

Jangan ragu dan jangan mengeluh untuk berenang dahulu, hingga Allah SWT muarakan kita pada kesenangan dan kegemberiaan (berakit) bersampan . Dunia adalah tempatnya berenang, jadi

Keep Swimming..

Tebarkan Kebaikan